skip to main |
skip to sidebar

Sudah lama banget nggak posting resep. Kangen juga ya ternyata... 
Lagi kepingin banget kue pukis yang pake kentang, karena lebih empuk dan tahan lama empuknya. Beneran enak banget...
Googling resep nemu di sini tapi yang nggak pake kentang. Modifikasi sedikit jadi seperti di bawah ini resepnya.
Bahan :
200 ml santan (resep asli 180 ml)
½ sdm ragi instan
50 ml air hangat (resep asli 60 ml)
3 butir telur ayam
100 g gula pasir
150 g tepung terigu
1 buah kentang ukuran sedang, cuci bersih, potong 2, rebus hingga empuk, haluskan
Topping :
keju lembaran potong memanjang
coklat meises
Cara membuat :
- Masak santan hingga mendidih. Angkat. Diamkan hingga hangat.
- Aduk ragi dengan air hangat hingga berbuih, yg gw nggak sampe berbuih banget tapi tetep bagus hasilnya.
- Kocok telur dan gula hingga kental dan mengembang.
- Tambahkan terigu sedikit-sedikit sambil aduk hingga rata. Kalo gw tetep sambil dimixer dg kecepatan rendah, dg catatan ngocoknya jangan kelamaan ya, pokoke begitu kelihatan tercampur rata langsung masukkan bahan berikutnya.
- Masukkan larutan ragi lalu kentang halus disusul santan, kocok hingga rata.
- Diamkan selama 15 menit.
- Panaskan cetakan pukis dengan api kecil-sedang, cetakannya harus betul-betul merata panasnya ya.
- Olesi lubang cetakan dengan margarin, tuang adonan hingga 2/3 penuh, lalu tutup.
- Jika bagian atas sudah mulai matang/tidak basah letakkan keju atau meises, tutup selama 15-20 detik (hingga keju sedikit meleleh atau coklat meises menempel), buka tutupnya, angkat kue dari cetakan.
- Biarkan kue hingga adem, siap dihidangkan.
Read more »
"Kali ini tantangan KBB tidak menentukan resep yang harus dibuat, tetapi member bebas memilih resep. Kebetulan gw demen banget chiffon cake, yang paling gw suka yaitu dengan aroma lemon. Gw buat Chiffon Pandan Cake (resep NCC) dulu tadinya, 2 kali (pake insiden 'terjun' segala lagi, hwkwkwk...). Terakhir baru gw modifikasi dengan resep tersebut jadi beraroma lemon. Ini resep yang gw gunakan setelah dimodifikasi untuk mendapatkan rasa dan aroma lemon."
Lemon Chiffon Cake
(modifikasi dari Chiffon Pandan Cake - NCC)
Adonan I
50 g gula pasir
20 g tepung maizena
140 g tepung terigu
1 sdt baking powder
100 ml minyak sayur
100 ml lemonade (jus lemon)
140 g kuning telur (7-8 butir telur)
parutan kulit lemon dari 1 buah lemon
Adonan II
300 ml putih telur (7-8 butir telur)
150 gr gula pasir
½ sdt garam halus
1 sdt air perasan lemon

Cara Membuat:
- Panaskan oven 300oF (150oC).
- Adonan I : Campur gula pasir, tepung maizena , tepung terigu, dan baking powder. Lubangi tengahnya, tuang telur di tengah, aduk searah dari arah dalam menggunakan whisk, sambil dituangi minyak sayur dan lemonade. Aduk perlahan hingga adonan menjadi halus. Masukkan parutan kulit lemon, aduk rata.
- Adonan II : Kocok putih telur, gula pasir, garam dan air jeruk lemon hingga puncak tumpul (soft peak).
- Campurkan adonan putih telur ke dalam adonan I, aduk perlahan dengan whisk hingga rata.
- Tuang ke dalam loyang chiffon diameter bawah 20 cm tanpa dioles apa-apa. karena loyang yg gw pake alasnya nggak bisa dilepas, jadi bagian dasar loyang diberi kertas roti supaya tidak susah melepaskannya kalau sudah matang. Panggang kurang lebih 60 menit hingga kue matang dan kokoh (jika ditekan permukaannya kembali membal).
- Keluarkan kue. Panas-panas, balikkan loyang, bisa disangga botol atau disangga kaki-kaki loyang. Biarkan dalam keadaan terbalik hingga dingin.
- Jalankan pisau tipis di sekeliling loyang dengan gerakan lurus.
- Balik kue ke atas rak kawat atau langsung ke piring saji. Potong-potong menggunakan pisau gergaji.

Lemon Chiffon Cake ini jadinya enak dan empuk, lemonnya terasa banget.
Demikian laporan gw, terimakasih banyak untuk host yang bertugas dan yang sudah berkenan mampir...
Read more »
Kali ini kebagian jadi host bareng Lanny. Lumayan, itung-itung dapet pengalaman baru..:D Untuk resepnya silahkan klik logo di atas.
Langkah-langkah pembuatannya :
Berhubung udah lama nggak bikin roti unyil, jadi anak-anak udah pesan dan ikut sibuk bantuin bikin roti isi coklat dan keju. Hasilnya menurut gw agak padat meski lembut teksturnya. Kesimpulannya, roti ini emang cocoknya untuk roti tawar ato dinner rolls, seperti yang tertulis dalam resep. Ga cucok buat roti isi... qeqeqeq.... Tapi walo begitu cepet habis juga sih, secara cuma dikit tepungnya 300 gr.
Yippiee....! Selesai sudah tugasku... :)
Read more »
Yayy...! Nggak terasa sudah ultah KBB yang ke-2. Kali ini ada 2 jenis tantangan yang boleh dipilih, keduanya, atau salah satu saja. Berhubung gw kurang berbakat dengan Cake Decorating, jadinya ikutan Food Photography aja ya...
Rada sutress kali ini, secara tema yang sudah gw bayangkan konsepnya gagal total karena hasilnya nggak sesuai yg diharapkan. Di menit-menit terakhir baru nongol lagi ide waktu liat my little girl udah mau ngabisin kue Putri Salju sisa lebaran di lapisan terakhir stoples. Langsung dengan segala upaya rayuan gombal supaya jangan dihabisin dulu... hihihi....
Rada-rada mati gaya... duh... jadi campur-campur temanya antara 17-an sama Lebaran... hehehe...
"The Last Snow White"
Met Ultah KBB yg ke-2....! Semoga semakin sukses dan eksis...!
* Link di Multiply.
Read more »


Bersyukur banget, meski di waktu liburan tapi masih bisa mengerjakan pe-er KBB#12. Pe-er kali ini adalah Savoury Baking, yaitu membuat Cheese Souffle. Mengerjakannya bareng-bareng dengan member KBB Bandung. Tempatnya di rumah Yohana. Seruuu banget deh ngerjain bareng begini, sambil diawasi oleh mba Emma yang sengaja jauh-jauh dateng dari Jakarta. Thanks ya mbaa... bae banget dah... top..! 
Mengerjakannya dibagi beberapa kelompok, gw satu kelompok dengan Yohana karena gw dateng paling duluan setelah mba Emma, hehehe... Setelah siap-siapin bahan, mulai deh motret-motret. Waktu proses pembuatan adonan, harus bagi-bagi tugas biar nggak ribet, Yohana yang aduk-aduk bahan, gw yang motret langkah-langkah pembuatannya. Oiya, masing-masing kelompok hanya mengerjakan 1/4 resep, jadi jangan heran kalo bahannya terlihat sedikit banget ya...
. Untuk kelompok gw dan Yohana, adonan sedikit dimodifikasi dengan menambahkan daun bayam. Kelompok lainnya dengan modifikasi campuran daging asap dan sosis. Resep Cheese Souffle-nya sendiri bisa dilihat di sini.
Memanggangnya harus menunggu semua kelompok selesai membuat adonan dulu, karena pemanggangan dilakukan bersamaan waktunya. Sambil menunggu, semua menyiapkan settingan meja untuk sang souffle siap dipotret nanti. Kebayang nggak waktu souffle sudah matang, semua langsung sibuk jepret-jepret. Hihihi... tapi asli, seru banget..!

Oiya, hasilnya lumayan sukses kayaknya selain ngembangnya nggak terlalu oke yang punya gw (melengkung, seharusnya tegak). Secara 'bandel' mau ngolesin bagian dalam ramekinnya, pake tepungnya tipis-tipis. Baru ngeh waktu manggang, ternyata fungsi lapisan tepung itu untuk memuluskan proses pengembangannya supaya 'tegak'.
Akhirnya selesai pe-er kali ini. Terimakasih banget untuk mbak Emma yang sudah meluangkan waktunya, Yohana yang udah nyediain tempat and as my partner, Mira, Sofie, mbak Atiek, teh Tyas, teh Molly, Yuyun, dan teh Susi. Juga buat host tantangan kali ini, Zita. KBB memang hebat deh...! 


*) Postingan di multiply bisa dilihat di sini.
Read more »
"Waktu itu sudah pernah posting resep srikaya, tapi itu yg versi gula merah. Nah kali ini srikaya hijau dengan aroma pandan, bikinnya berkaitan dengan event yg satu ini. Cobain deh, nggak kalah enaknya loh..."
Bahan :
200 ml santan kental instant
500 ml air
200 gr gula pasir
5 butir telur
1-2 lembar daun pandan
1/2 sdt garam
pewarna hijau muda secukupnya
alat :
cucing plastik/cetakan kue mangkok
Cara Membuat :
- Didihkan santan kental, air, garam, dan daun pandan dengan api sedang. Aduk-aduk supaya santan tidak pecah. Didihkan kurang lebih selama 15 menit.
- Matikan api, masukkan gula pasir aduk hingga gula larut. Angkat daun pandan dan dinginkan.
- Kocok lepas telur, campurkan dengan larutan santan, lalu saring.
- Tuangkan campuran adonan ke dalam cetakan kue mangkok, hias atasnya dengan potongan daun pandan.
- Kukus dengan api sedang selama 30 menit. Jangan lupa tutup pancinya dilapisi kain/serbet bersih (supaya air tidak menetes), dan jangan ditutup rapat (agak dimiringkan tutupnya)
- Dinginkan, dan hidangkan.

Read more »

"Memanfaatkan putih telur yang banyak banget. Googling, dapet resepnya dari Ibu Tio di sini. Enak deh, lembuut..."
Resepnya sedikit dimodifikasi, untuk menyesuaikan dengan lidah.
Bahan :
500 ml putih telur
325 gr gula pasir --> aku pake 250 gr
1 sm cake emulsifier
1/2 st garam
100 ml susu cair
50 gr mentega cair
1 st baking powder
250 gr tepung terigu --> aku pake 200 gr
25 gr susu bubuk
25 gr tepung maizena --> tambahan bahan dari aku
1 st pasta strawberry
1 st pasta lemon --> nggak pake
1 st pasta mocca
1 st pasta pandan
1 sdt vanilla essence --> tambahan bahan dari aku
Cara membuat :
1. Kocok putih telur, gula, emulsifier, dan garam hingga kental.
2. Ayak tepung terigu, susu, tepung maizena, dan baking powder.
3. Campur susu cair dengan mentega leleh.
4. Masukkan campuran terigu ke dalam kocokan putih telur, aduk rata.
5. Tuang campuran susu, aduk rata, bagi adonan menjadi 4 bagian.
6. Beri masing - masing adonan dengan macam-macam pasta.
7. Tuang adonan selapis-selapis ke dalam loyang ukuran 20x20 yang dialasi kertas roti dan diolesi margarine.
8. Kukus tiap lapisnya selama 7 menit, angkat, keluarkan dari loyang, dinginkan
Read more »
Tantangan kali ini bener-bener dikerjain last minute, berhubung akhir-akhir ini kesibukan meningkat. Heuheu... mu'un ma'ap ya bu hosts en bu admins... Walo bagaimanapun harus tetap sumangat mengerjakannya.
Resep tantangan kali ini bisa dilihat di mari.
So far pengerjaannya lancar. Waktu bikin karamelnya gw udah menduga bakalan mengkristal lagi nih gulanya secara pernah kejadian bikin dengan gula yg sama. Tapi seperti pengalaman sebelumnya, cuek aja panasin terus dengan api kecil, ternyata jadi juga karamelnya, walopun agak kecoklatan meski nggak gosong. Yippiee...!

Shortbreadnya, nggak punya daun mint jadi pake mint essence aja. Udah lama nyimpen vanilla pod satu-satunya, mana udah patah pulak
, yang akhirnya terpakai juga. Butter unsalted, gw ganti dengan butter sisa-sisa bikin orderan kue kering yll. Soalnya pengalaman pake butter unsalted 100% di tantangan yll., rasanya hambar menurut gw. Jadi nggak laku deh waktu itu. Hiks... Tapi kali ini, keputusanku tepat, karena ternyata orang rumah suka kukisnya, karena rasanya renyah dan gurih.
Nah, ini semua baru terasa nikmatnya kalo semua sudah dingin... gw sukaa...


Demikian laporanku... semoga dapat diterima....
Alhamdulillah, dapet tanda lulusnya...
Silahkan kalau mau mampir juga di multiplyku.
Read more »

Kita sudah mengetahui bahwa pada umumnya makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, namun sesungguhnya penduduk Papua dan sekitarnya yang memiliki makanan pokok yang sangat khas dan berbeda yang disebut papeda. Biar kata sudah tinggal di Papua sejak lahir, mencoba masakan papeda bagi saya hanya bisa dihitung dengan jari. Teringat sewaktu kecil pernah diajak oleh tetangga untuk menyantap makanan khas Papua ini, tetapi waktu itu saya hanya berani icip-icip. Secara masih terasa aneh untuk mencobanya karena penampakannya yang unik. Ya, papeda wujudnya kurang lebih seperti lem yang terbuat dari tepung kanji. Tak heran karena bahannya pun terbuat dari (tepung) sagu dan air saja.
Seperti yang tertera di sini, sagu yang digunakan hakikatnya adalah sagu yang masih segar, yang baru dikeluarkan dari batang pohon sagu. Tapi untuk kepraktisan, sagu ada juga yang dikeringkan menjadi tepung supaya awet. Beberapa kali saya menjumpai kalau sudah kepepet tidak ada sagu, tepung sagu yang biasa dijual di supermarket pun bisa diolah menjdi papeda.
Walau masakan ini kurang populer sebagai masakan khas Indonesia, bahkan mungkin di antara Anda baru mendengarnya, tetapi masakan ini masih kerap digunakan oleh masyarakat Papua dan sekitarnya sebagai makanan sehari-hari.
Terakhir saya makan papeda sekitar 1 tahun yang lalu di acara bazaar di kota tempat saya tinggal. Waktu itu teman lauknya adalah ikan kuah kuning yang rasanya segar, pedas dan asam. Rasanya sangat unik tapi lezat. Papeda terasa dingin di mulut, tetapi kemudian lumer bersama kuah kuningnya yang lezat.
Anda ingin tahu cara pembuatannya ? Atau mungkin Anda juga ingin mencicipinya ? Berikut saya coba uraikan resepnya, yang saya dapat dari penjual sagu di pasar tradisional di Timika.
Papeda
Bahan :
1 genggam sagu segar
Air mendidih secukupnya
Cara membuat :
- Tempatkan sagu dalam baskom, rendam sagu hingga larut dalam air, saring, lalu endapkan.
- Buang airnya, lalu tuangi papeda dengan air mendidih sambil terus diaduk dengan cepat, hingga adonan menjadi kental dan berwarna bening.
- Sisihkan.
Ikan Kuah Kuning
Bahan :
5 ekor ikan kembung (bisa juga ikan tongkol atau kakap yg sesuai takarannya)
1 buah jeruk nipis, peras airnya
2 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
2 batang kemangi, siangi daunnya
2 buah tomat merah
3-4 gelas air
Bumbu halus :
4 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
Cara membuat :
- Bersihkan ikan, lumuri dengan perasan air jeruk nipis.
- Tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum.
- Masukkan air, tomat, dan daun kemangi lalu didihkan
- Lalu masukkan ikan, masak dengan api sedang hingga bumbu meresap.
Catatan : masakan ini dinikmati tidak menggunakan sendok, tapi langsung dengan tangan.
Read more »