3.31.2009

KBB # 10 : Caramel Pots with Minted Shortbread Sticks

KBB#10




Tantangan kali ini bener-bener dikerjain last minute, berhubung akhir-akhir ini kesibukan meningkat. Heuheu... mu'un ma'ap ya bu hosts en bu admins... Walo bagaimanapun harus tetap sumangat mengerjakannya.


Resep tantangan kali ini bisa dilihat di mari.

So far pengerjaannya lancar. Waktu bikin karamelnya gw udah menduga bakalan mengkristal lagi nih gulanya secara pernah kejadian bikin dengan gula yg sama. Tapi seperti pengalaman sebelumnya, cuek aja panasin terus dengan api kecil, ternyata jadi juga karamelnya, walopun agak kecoklatan meski nggak gosong. Yippiee...! :P




Shortbreadnya, nggak punya daun mint jadi pake mint essence aja. Udah lama nyimpen vanilla pod satu-satunya, mana udah patah pulak :D, yang akhirnya terpakai juga. Butter unsalted, gw ganti dengan butter sisa-sisa bikin orderan kue kering yll. Soalnya pengalaman pake butter unsalted 100% di tantangan yll., rasanya hambar menurut gw. Jadi nggak laku deh waktu itu. Hiks... Tapi kali ini, keputusanku tepat, karena ternyata orang rumah suka kukisnya, karena rasanya renyah dan gurih.


Nah, ini semua baru terasa nikmatnya kalo semua sudah dingin... gw sukaa...:x



Demikian laporanku... semoga dapat diterima....

Alhamdulillah, dapet tanda lulusnya...


Silahkan kalau mau mampir juga di multiplyku.

Read more »

2.17.2009

Foodie Event : Papeda Kuah Kuning


Foodie Event by Rurie


Kita sudah mengetahui bahwa pada umumnya makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, namun sesungguhnya penduduk Papua dan sekitarnya yang memiliki makanan pokok yang sangat khas dan berbeda yang disebut papeda. Biar kata sudah tinggal di Papua sejak lahir, mencoba masakan papeda bagi saya hanya bisa dihitung dengan jari. Teringat sewaktu kecil pernah diajak oleh tetangga untuk menyantap makanan khas Papua ini, tetapi waktu itu saya hanya berani icip-icip. Secara masih terasa aneh untuk mencobanya karena penampakannya yang unik. Ya, papeda wujudnya kurang lebih seperti lem yang terbuat dari tepung kanji. Tak heran karena bahannya pun terbuat dari (tepung) sagu dan air saja.

Seperti yang tertera di sini, sagu yang digunakan hakikatnya adalah sagu yang masih segar, yang baru dikeluarkan dari batang pohon sagu. Tapi untuk kepraktisan, sagu ada juga yang dikeringkan menjadi tepung supaya awet. Beberapa kali saya menjumpai kalau sudah kepepet tidak ada sagu, tepung sagu yang biasa dijual di supermarket pun bisa diolah menjdi papeda.

Walau masakan ini kurang populer sebagai masakan khas Indonesia, bahkan mungkin di antara Anda baru mendengarnya, tetapi masakan ini masih kerap digunakan oleh masyarakat Papua dan sekitarnya sebagai makanan sehari-hari.

Terakhir saya makan papeda sekitar 1 tahun yang lalu di acara bazaar di kota tempat saya tinggal. Waktu itu teman lauknya adalah ikan kuah kuning yang rasanya segar, pedas dan asam. Rasanya sangat unik tapi lezat. Papeda terasa dingin di mulut, tetapi kemudian lumer bersama kuah kuningnya yang lezat.

Anda ingin tahu cara pembuatannya ? Atau mungkin Anda juga ingin mencicipinya ? Berikut saya coba uraikan resepnya, yang saya dapat dari penjual sagu di pasar tradisional di Timika.


Papeda
Bahan :
1 genggam sagu segar
Air mendidih secukupnya

Cara membuat :
- Tempatkan sagu dalam baskom, rendam sagu hingga larut dalam air, saring, lalu endapkan.
- Buang airnya, lalu tuangi papeda dengan air mendidih sambil terus diaduk dengan cepat, hingga adonan menjadi kental dan berwarna bening.
- Sisihkan.


Ikan Kuah Kuning
Bahan :
5 ekor ikan kembung (bisa juga ikan tongkol atau kakap yg sesuai takarannya)
1 buah jeruk nipis, peras airnya
2 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
2 lembar daun jeruk
2 batang kemangi, siangi daunnya
2 buah tomat merah
3-4 gelas air

Bumbu halus :
4 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
1 ruas kunyit
1 ruas jahe
2 sdt garam
1 sdt gula pasir

Cara membuat :
- Bersihkan ikan, lumuri dengan perasan air jeruk nipis.
- Tumis bumbu halus, serai, daun salam, dan daun jeruk hingga harum.
- Masukkan air, tomat, dan daun kemangi lalu didihkan
- Lalu masukkan ikan, masak dengan api sedang hingga bumbu meresap.

Catatan : masakan ini dinikmati tidak menggunakan sendok, tapi langsung dengan tangan.

Read more »

1.30.2009

KBB#9: Classic Puff Pastry (Pate Feuilletee)



KBB#9 - Puff Pastry


Tantangan kali bener-bener bikin gw deg deg serrrr... Puff pastry bo’..! :-SS Blom pernah bikin sama sekali, meski punya beberapa buku resepnya, tapi hanya berani dipelototin doang...:D Mau nggak mau dengan adanya tantangan kali ini, gw harus berani buatnya.

Karena waktunya mepfet sama gw mau ke Manado, jadi udah nggak sempet brosing-brosing cari referensi. Cuma sempet baca-baca diskusi di milis KBB, maka langsung di hari itu kusingsingkan lengan baju, mulai nimbang-nimbang bahan yg ngebingungin takarannya. Oiya, resepnya bisa dilihat di sini ya.


Proses pembuatan dough nggak ada masalah, hanya air yg gw pakai kurang lebih 200 ml dari sekitar 300 ml dalam resep. Menurut resep, garam dilarutkan lebih dahulu dengan air. Gw ngikutin cara ini, sehingga karena air yg gw pakai hanya 2/3 dari resep, maka setelah jadi pastrynya berasa kurang asin. So, anjuranku, aduk garamnya terlebih dahulu bersama tepung terigu, baru masukkan bahan lainnya.


Untuk butternya, kayaknya kelamaan proses di food processor, jadi agak kelembekan.
Pada proses pelipatan pastry, baru turn pertama adonanku udah bocor terutama di bagian ujung-ujungnya. #-o Nggak tau pikiran dari mana, di turn 1 ini gw lipat dengan lipatan double supaya kedua ujungnya jadi di tengah. Maap ya, yg ini jd melenceng dari resep. Baru kemudian di turn yg ke-2 dan selanjutnya gw pake lipatan single sesue petunjuk. Di antara setiap lipatan, adonan puff diistirahatkan dulu di kulkas selama 10 menit.

Oiya, dari yg seharusnya jumlah turn harusnya 6, setelah turn paling akhir, gw melakukan kesalahan. Gw nggak ngikutin petunjuk kalo pastry harus digulung sebelum diistirahatkan kembali di kulkas. Gw simpannya dalam bentuk lipatan single lagi. Dasar emang suka bolot, nggak mikir efeknya kalo lipatannya bakalan berbekas. Yg ini nggak tau juga pikiran dari mana, gw giles lagi deh jadinya. Istirahatinnya di meja kerja aja lagi, biar nggak beresiko. Jadi, total lipatanku ada 7. #-o
Pada proses pembentukan, gw buat jadi 4 macam. Bentuk keranjang kotak untuk diisi ragout ayam, bagian tengah sisanya dikasih topping madu-almond, croissant keju, sama diisi coklat. Proses pembakaran, lancaarrr….

Hasilnya, walo bagian luar nggak terlalu terlihat lapisannya, tapi begitu dipotong bagian dalamnya terlihat lapisan-lapisan yg cantik. Rasanya juga enaak deh, my fave yg diisi ragout ayam. :x Kapan-kapan mau bikin lagi, masih penasaran…….

Dan ini tanda lulusnya...

Makasi banyak untuk Mae dan Rachmah yg sudah jd host kali ini. :-* Foto-foto lainnya bisa dilihat di multiplyku ya....

Read more »

1.25.2009

Creme Caramel

"Sejak dulu cinta banget sama makanan yg satu ini. Udah lama nggak bikin, rada males jg karena suka kuciwa pake resep ini itu yg nggak sesuai yg diharapkan. Dari segi rasa rata-rata okelah, tapi texture masih suka bolong-bolong. Blom lagi caramel yg nempel dengan manisnya di cetakan sewaktu dibalik. Well, kali ini musti jalan-jalan dulu lihat video-nya biar dapet triknya supaya sukses. Video yg menurutku cucok ada di sini. Kalo resep gw rumuskan sendiri. Temukan tips supaya caramel tidak lengket di cetakan.;)"


Bahan karamel :
150 gr gula pasir
50 ml air

Bahan puding :
250 ml susu cair
250 ml whipcream cair
75 gr gula pasir
3 butir telur
3 kuning telur
1/2 sdm vanilla essence

Cetakan : 8 buah aluminium baking cup

Cara membuat :
- Panaskan oven suhu 150oC.
- Karamel : panaskan panci berdasar tebal dengan api sedang, lalu masukkan gula dan air. Jika mulai mendidih, aduk-aduk dengan spatula kayu hingga warna menjadi kecoklatan. Angkat lalu tuangkan ke dalam cetakan, masing-masing kurang lebih 1,5 sdm.
- Masukkan susu, whipcream cair, gula pasir, dan vanilla essence ke dalam panci bekas karamel tadi. Panaskan hingga gula larut. Angkat, dinginkan hingga suhunya lumayan adem.
- Kocok telur menggunakan whisker dalam wadah terpisah. Masukkan 1/3 bagian campuran susu ke dalam kocokan telur, aduk rata. Masukkan campuran ini kembali ke dalam panci berisi campuran susu. Aduk rata lalu saring.
- Tuangkan adonan creme ke dalam cetakan.
- Siapkan pinggan pyrex datar dan lebar, letakkan serbet bersih yg dilipat rapi. Lalu tata cetakan di atasnya. Tuangkan air panas ke dalam pyrex hingga setinggi 1/3 cetakan aluminium.
- Masukkan ke dalam oven, panggang kurang lebih 30 menit.
- Jika permukaan puding sudah solid meskipun permukaannya masih goyang-goyang, itu tandanya sudah matang. Ketika didinginkan puding akan mengeras.
- Saat menghidangkan, supaya caramel tidak menempel di cetakan, panaskan sebentar saja bagian bawah cetakan aluminium. Kalau sudah terasa hangat, dibantu dengan pisau untuk mengikis sisinya, langsung balikkan di atas piring kecil. Karamel akan rontok dengan suksesnya... selamat mencoba...;)

Read more »

12.06.2008

Model



"Salah satu masakan khas Palembang yg nggak boleh dilewatkan... Terus terang gw nggak begitu paham cara baku memasaknya. Jadi tulung dikoreksi kalo salah ya..."

Bahan :
1 resep adonan pempek
tahu putih secukupnya, potong-potong bentuk balok kecil
10 ekor udang ukuran segar, kupas dan rebus kulitnya untuk kaldu, cincang dagingnya
garam dan gula secukupnya
lada halus secukupnya
minyak untuk menggoreng

Bumbu halus :
3 siung bawang putih
1/4 butir bawang bombay
1 sdm ebi kering
1 sdm tongcay

Pelengkap :
irisan daun bawang
irisan seledri
bawang goreng
sambal rawit

Cara membuat :
- bungkus tahu satu demi satu dengan adonan pempek, lalu goreng hingga kekuningan
- tumis bumbu halus hingga harum, masukkan udang, aduk hingga berubah warna, lalu masukkan ke dalam kaldu.
- masukkan garam, gula, dan lada halus, didihkan.
- masukkan model yang telah digoreng tadi.
- hidangkan hangat dengan bahan pelengkap.

Read more »

Serabi Kinca

"Serabi favorit gw yg kek gini ni... berbahan tepung terigu, jadi rasanya lembuuut... Sekarang jadi tau deh kenapa suka gagal terus kalo bikin serabi, ternyata cetakannya harus iteeem bow! Jadi kalo masih merah, cetakannya harus dipanasin sampe berasep, sampe warna dasar cekungannya berubah jadi item, sambil diolesin minyak goreng. Habis itu, selamatlah serabi dengan bolong-bolongnya yg cantik dan tidak lengket di cetakan tanpa perlu diberi minyak goreng lagi..."

Sumber : Buku Uji Dapur Nova Seri 1

Bahan :
250 gr tepung terigu
2 butir telur
550 ml santan (gw tambahin 50 ml cairan dg kombinasi 100 ml santan kental instant + 500 ml air)
1/2 sdt garam
pewarna hijau jika perlu

Kuah :
600 ml santan
75 gr gula merah
75 gr gula pasir
2 lembar daun pandan
1/2 sdt garam

Cara membuat :
- campur tepung terigu, telur, dan garam dalam wadah. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga licin. Biarkan selama 15 menit.
- Panaskan cetakan serabi dia tas api sedang. Setelah panas, tuang 1 sendok adonan sayur adonan. Tutup cetakan, tunggu hingga matang.
- Kuah : masak semua bahan hingga mendidih, aduk-aduk supaya santan tidak pecah. Angkat dan saring.

Read more »

11.29.2008

KBB #8 : Bitter Chocolate Peppermint Biscuits

logo nov-des08


"Nggak terasa udah dapet lagi tugas dari KBB. Kali ini yg ke-8. Judulnya seperti di atas. Ngerjainnya sih sebetulnya lumayan nggak terlalu mepet-mepet amet sama dead line, tapi bikin laporannya itu... ihiks, adaaa aja yg menghalang *nyari alesan*. Baca-baca resepnya seperti gampang bikinnya. Tapi ternyata... beribet banget. Trus dari proses pengerjaan sampe dapet hasilnya hampir semua di luar perkiraan gw, rada-rada kurang memuaskan gitu. Honestly, tantangan kbb kali ini bikin gw jadi memble deh..."

Total waktu gw mengerjakan tugas ini lamanya 2 hari, itu juga disela 1 hari. Jadi hari pertama bikin kukisnya, di hari ke-3 baru bikin coatingnya. Biar rada kebayang bahan-bahan kukis ini dapat disimpulkan terbagi 3 yaitu, bahan kukis, bahan icing untuk lapisan di antara kukisnya, lalu terakhir bahan coatingnya. Resepnya bisa dilihat di blognya KBB.

Yuuk... mari kita ikuti step-step yg gw buat dengan segala kendalanya...
Pada proses pembuatan adonan, lancaaar....


Masalah mulei muncul waktu membentuk adonan. Secara gw belum terlalu curiga ini adonan bakalan susah dicetak, karena konsistensi adonannya mirip-mirip dengan adonan kukis yg biasa gw bikin. Supaya tebal adonan sama rata, gw menggunakan 2 buah penggaris yang memang biasa gw gunakan. Lalu gw mulai dengan menggilas adonan, kemudian mencetak dengan berbagai bentuk geometri yg udah kebayang bakalan lucu nantinya. Tapi ketika adonan akan gw pindahkan ke dalam loyang, alamaaak... asli luengkeeet banget di wax papernya. :(Hiks, penonton kuciwa... ini nih akibat kepede-an keukeuh dengan resep. Padahal di milis udah ribut kalo adonannya mesti ditambah tepung biar bisa dibentuk.

Akhirnya dengan terpaksa gw balikin lagi adonan yang udah digiles tadi ke baskom. Gw tambahin tepung 1/2 cup, aduk rata. Ketika mau giles lagi, kali ini gw pake cara lain. Gw potong-potong baking paper menjadi potongan kecil, lalu letakkan sedikit adonan di atasnya, baru aku giles adonannya. Kemudian adonan dicetak, tepinya dibersihkan, lalu baking paper ini aku pindahkan ke atas loyang. Memang cukup safe bentuk adonannya karena nggak musti pindah alas, tapi waktu yg dibutuhkan... duh... lamanya...:((

Akhirnya setelah satu loyang penuh, gw pikir-pikir lagi. Sepertinya ini resep nggak salah. Tapi tekniknya yg salah. Tiba-tiba gw inget teknik bikin shortbread *dasar telmi*, *-:)jadi adonannya langsung giles aja di atas baking paper seukuran loyang. Lalu dipotong-potong sesuai selera, setelah setengah matang dipanggang, keluarkan dari oven, tegaskan kembali potongannya menggunakan pisau. Lalu panggang lagi hingga matang. Setelah matang, tinggal patah-patahin kukisnya. Hiaaa... masalah terpecahkan, tinggal 2 kali giles aja adonan udah habis.

Legaaa rasanya... tapi bener-bener lelah deh, jadi waktu udah pada mateng, gw udah keburu kehabisan semangat buat moto-moto. Setelah matang, kukisnya kusimpen dulu di wadah kedap udara. Oiya, di step ini yg gw lupa adalah memasukkan adonan ke dalam kulkas selama 30 menit sebelum dipanggang.#-o

Selang 1 hari, mood udah lumayan bangkit. Mulai bikin icing dengan mengaduk semua bahan. But, o'ow... kok runny banget nih adonannya. Mana pas gw cicipin, duh... aroma mint-ya menyengat banget. Pernafasan gw langsung plong rasanya. Hayyyah... nggak boleh mulei memble lagi deh:-S. Ya udah gw diemin dulu aja adonannya, sapa tau bau mintnya bakalan berkurang, syukur-syukur bisa lebih pekat dikit adonannya. Tapi terlalu banyak harapan malah bikin tambah lama. Ya sut, mari kita poles saja kukisnya. Dalam resep harusnya kukis dibikin 3 lapis. Tapi kok sepertinya tebel banget kalo dibikin 3 lapis, jadinya gw bikin 2 lapis aja.

Sambil menunggu lapisan icing mengeras, gw membuat adonan coatingnya. Udah curiga jg kayaknya bakalan encer nih ganache coklatnya. Eh... ternyata betul sodara-sodara:((. Dududuu... biyung deh gw. Tapi lanjut terus ajalah... dengan semangat yg tersisa, mari kita coating sajah.

Setelah coating, nunggu sejam biar rada keras. Walo masih lembek-lembek dikit permukaannya, langsung action aja deh buat dipoto. Heuheu... motonya juga amburadul karena mood udah nggak asik. Gpp yaaaa...

Untuk icip-icip, kukis ini sebetulnya lumayan enak untuk para penggemar mint. Gw sendiri demen rasa mint, tapi nggak kuat kalo kemanisan *ngilu bo' gigi*. Jadi itu laporanku, semoga memuaskan ya...

Dan... tanda lulus pun kuterima... makasi banyak buat host kali ini, yaitu mbak Ellen yg masih bisa meluangkan waktunya walo sibuk dengan new baby. Congrats ya mbak...:-* .
Photobucket

Read more »